Rabu, 03 September 2025

Resume Materi PKKMB (Materi 3)


 

Future Ready Mindset adalah pola pikir atau sikap proaktif yang mempersiapkan mahasiswa kesehatan untuk menghadapi dinamika dan tantangan yang tidak terduga di dunia kerja. Tujuannya adalah untuk tidak hanya memiliki pengetahuan klinis yang kuat, tetapi juga memiliki daya tahan, adaptabilitas, dan kesiapan mental yang memungkinkan mereka untuk berhasil dan tidak mudah "kaget" saat lulus nanti.

sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dan praktik di lapangan.
​Pilar-Pilar Utama 'Future Ready Mindset'
​Materi ini biasanya terbagi menjadi beberapa pilar utama yang harus dikuasai oleh mahasiswa kesehatan:
​1. Pilar Adaptabilitas & Fleksibilitas
​Dunia kesehatan penuh dengan ketidakpastian. Hari ini Anda mungkin merawat pasien dengan kondisi umum, besok bisa jadi ada kasus langka yang memerlukan pendekatan yang benar-benar baru.
​Pentingnya: Mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi (misalnya, penggunaan rekam medis elektronik), protokol baru, atau bahkan pandemi global.

Cara Mengembangkan:
​Belajar Mandiri: Jangan hanya bergantung pada materi kuliah. Cari tahu tentang tren terbaru, studi kasus, dan teknologi kesehatan.
​Terbuka pada Perubahan: Jangan takut mencoba metode atau alat baru. Anggap setiap perubahan sebagai kesempatan untuk belajar.

2. Pilar Keterampilan Kritis (Critical Skills)
​Lulusan kesehatan masa depan tidak hanya butuh hard skills (pengetahuan medis), tetapi juga soft skills yang kuat.
​Pentingnya: Pasien semakin kompleks, dan tim kerja semakin beragam. Kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah adalah kunci.
​Cara Mengembangkan:
​Komunikasi Efektif: Latih cara berkomunikasi dengan pasien dari berbagai latar belakang, serta dengan rekan sejawat dan atasan. Komunikasi yang jelas bisa menyelamatkan nyawa.
Kerja Sama Tim: Ikut dalam proyek kelompok atau organisasi mahasiswa. Ini mengajarkan Anda cara berinteraksi dan berkontribusi dalam tim multidisiplin.
​Empati dan Kecerdasan Emosional: Latih diri untuk memahami dan merespons emosi orang lain—baik pasien maupun kolega. Empati adalah fondasi dari pelayanan kesehatan yang baik.

4. Pilar Ketahanan Mental (Resilience)
​Profesi kesehatan adalah salah satu yang paling menantang secara mental dan emosional.
​Pentingnya: Mampu bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan, kehilangan pasien, atau kelelahan (burnout).
​Cara Mengembangkan:
​Manajemen Stres: Kenali gejala stres pada diri sendiri dan pelajari cara mengelolanya, misalnya dengan hobi, olahraga, atau meditasi.

-Our Instagram:

   https://www.instagram.com/unusa_official/

-Our TikTok:

   https://www.tiktok.com/@unusa_official


Resume Materi PKKMB Fakultas Kesehatan (Materi 2)


 

From Organization to Leadership: Personal Branding for the Next Generation.

membahas transisi penting dalam karier, yaitu dari sekadar menjadi bagian dari sebuah organisasi, menjadi seorang pemimpin yang diakui.

Mengapa Merek Pribadi Penting merek pribadi adalah persepsi atau reputasi yang dimiliki orang lain tentang diri Anda. Di era digital saat ini, hal ini lebih dari sekadar nama dan gelar Anda; ia mencakup nilai-nilai, keahlian, dan kontribusi unik yang Anda tawarkan. Bagi generasi mendatang, personal branding menjadi sangat krusial karena beberapa alasan:

Pembeda (Differentiation): Di tengah persaingan yang ketat, merek pribadi yang kuat membedakan Anda dari orang lain. Ini membantu Anda menonjol dan lebih mudah diingat oleh atasan, rekruter, atau calon klien.
​Visibilitas dan Peluang: Merek yang terkelola dengan baik meningkatkan visibilitas Anda, membuka pintu bagi peluang baru seperti promosi, proyek menarik, atau peran kepemimpinan.
​Kredibilitas dan Kepercayaan: Merek pribadi yang konsisten dan otentik membangun kepercayaan. Ketika orang melihat Anda sebagai ahli di bidang tertentu, mereka lebih cenderung mengikuti atau mendengarkan ide-ide Anda.

Proses membangun merek pribadi untuk transisi ke posisi kepemimpinan melibatkan beberapa langkah kunci:
​Identifikasi Jati Diri (Self-Discovery)
​Nilai Inti (Core Values): Tentukan apa yang paling penting bagi Anda. Apakah itu integritas, inovasi, atau kolaborasi? Nilai-nilai ini akan menjadi fondasi dari merek Anda.
​Keahlian Unik (Unique Skills): Kenali keahlian dan kekuatan yang membedakan Anda. Ini bukan hanya keahlian teknis (hard skills) tapi juga keahlian lunak (soft skills) seperti komunikasi, empati, dan pemecahan masalah.
​Tujuan dan Visi: Tentukan apa yang ingin Anda capai. Visi ini akan memberikan arah yang jelas bagi merek pribadi Anda.

Membangun Narasi (Crafting Your Narrative)
​Setelah mengidentifikasi jati diri, Anda perlu merangkai cerita (narrative) yang kohesif. Cerita ini harus menjelaskan siapa Anda, apa yang Anda lakukan, dan mengapa itu penting.
​Narrasi ini harus tercermin dalam semua interaksi dan platform Anda, dari profil LinkedIn hingga cara Anda berbicara di rapat.


-Our Instagram:

   https://www.instagram.com/unusa_official/

-Our TikTok:

   https://www.tiktok.com/@unusa_official

Resume PKKMB fakultas Kesehatan (Materi 1)

 


Peran Mahasiswa dalam Penelitian

​Penelitian merupakan fondasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan praktik klinis. Mahasiswa kesehatan bisa berperan dalam penelitian melalui beberapa cara:

​Asisten Peneliti: Bekerja sama dengan dosen atau peneliti senior, mahasiswa bisa terlibat dalam pengumpulan data, analisis statistik, dan penulisan laporan. Ini memberikan pengalaman praktis tentang metodologi penelitian.

​Penelitian Mandiri: Mahasiswa dapat mengambil inisiatif untuk melakukan penelitian sederhana, seperti penelitian studi kasus atau survei tentang isu kesehatan tertentu di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar.

​Publikasi Ilmiah: Hasil penelitian yang berkualitas dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.  Mahasiswa yang berpartisipasi dalam publikasi mendapatkan pemahaman mendalam tentang standar ilmiah dan etika publikasi.

Pemberdayaan Masyarakat: Mahasiswa tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola kesehatan mereka sendiri. Contohnya, mereka dapat melatih kader kesehatan atau kelompok masyarakat untuk melakukan manajemen sampah atau program kebersihan lingkungan secara mandiri.



Senin, 01 September 2025

My Digital Portofolio PKKMB Day 2 / 02-09-2025


 

Materi 1

Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H.
Wakil Ketua Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK)

Tema: Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi


Mengapa Generasi Muda Sangat Penting?

Masa Depan Bangsa: Generasi muda akan menjadi pemimpin, profesional, dan warga negara yang menentukan arah indonesia di masa depan. Nilai integritas yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi bagi kepemimpinan yang bersih.
Energi dan Inovasi: Generasi muda memiiki energi, kreatifitas, dan penguasaan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem transparan, mengawasi penyelenggara negara, dan engembangkan solusi anti korupsi yang inovatif.
Pola Pikir Kritis: Generasi muda cenderung lebih kritis, terbuka terhadap perubahan dan memiliki idealisme yang tinggi. Ini adalah modal penting untuk menantang status quo dan budaya korupsi yang mengakar.
Agen Perubahan: Sebagai generasi yang akan hidup lebih lama, generasi muda memiliki epentingan langsung untuk mewarisi indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera, bebas dari praktik korupsi.
Integritas: Senjata ulama generasi muda.

Integritas adalah fondasi utama perang melawan korupsi. Bagi generasi muda, integritas berarti:
Kejujuran: Selalu berkata jujur dan bertindak jujur, dalam situasi apapun, baik di depan umum maupun di ruang privat. Tidak ada "Kebohongan putih" dalam konteks integritas. 
Konsistensi: antara kata dan perbuatan selalu sejalan. Prinsip yang dipegang tidak berubah bergantung pada situasi atau tekanan.
Tanggung Jawab; Memiliki rasa terhadap tugas dan peran. Menyelesaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya tanpa mengharap imbalan yang tidak semestinya.
Keadilan: Memperlakukan semua orang secara adil, tanpa pandang bulu, dan tidak menggunakan jabatan atau kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau golongan.

Bagaimana  Generasi Muda Menjadi Garda Terdepan Anti Korupsi?
Mulai dari diri sendiri tanamkan nilai integritas, jadikan integritas sebagai kompas dalam setiap tindakan, sekecil apapun. Jujur dalam ujian, tidak mencontek, tidak meminjam tanpa izin, mengembalikan barang temuan.
Tolak praktik kecil yang mengarah ke korupsi: Menolak pungutan liar, tidak menggunakan jaur belakang untuk mempercepat urusan tidak memberi atau menerima hadiah yang bisa mempengaruhi keputusan. Hidup sederhana dan tanggung jawab, kelola keuangan pribadi dengan biak, hindari gaya hidup konsumtif yang mmendorong mencari jalan pintas.


Materi 2

Ainun Najib

Tema: Perguruan Tinggi Di Era Digital dan Revolusi Industri


Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut:
-Pembelajaran Digital dan Online
Penggunaan platfrom e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel. 
-Kurikulum Berbasis Teknologi
Integrasi teknologi terbaru seperti seperti kecerdasan buatan, big data, dan internet of things (loT) ke dalam kurikulum. Pengembangan program studi baru yang relavan dengan kebutuhan industri 4.0 revolusi industri 4.0 dan keterampilan baru perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data.
Fokus pada soft skills seperti kreatifitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.


Materi 3

Muaslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM.,M.Kes. 

Tema: Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dan Perwujudan Indonesia Emas


K3L adalah singkatan dari Keselamatan, Kesehatan kerja, dan Lingkungan. Ini merupakan sebuah pendekatan terintegrasi dan holistik dalam mengelola resiko di tempat kerja dan lingkungan sekitarnya, dengan tujuan utama:
-Keselamatan (Safety): Melindungi pekerja dari kecelakaan, cedera, dan kematian akibat kerja. Fokus pada pencegahan bahaya fisik.
-Kesehatan Kerja: Melindungi pekerja dari penyakit akibat kerja, serta mempromosikan kesehatan fisik, mental, dan sosial pekerja.
-Lingkungan: Melindungi lingkungan kerja dan sekitarnya dari pencemaran, kerusakan, dan pemborosan sumber daya akibat aktivitas perusahaan.

Visi Indonesia Emas adalah menjadi nagara maju dengan kesejahteraan yang merata, ekonomi kuat, dan sumber daya manusia (SDM) unggul. K3L bukan sekedar "aturan teknis", melainkan fondasi kritis untuk mencapai visi ini. Alasannya:
-Menghasilkan SDM unggul dan sehat: Pekerja Sehat secara fisik dan mental akan lebih produktif, kreatif dan inovatif 
-Bekal Untuk Generasi Emas: Anak muda perlu tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan belajar budaya K3L sejak dini untuk menjadi SDM yang kompeten dan bertanggung jawab.


Blog recommendation: https://mitasari30.blogspot.com/2025/09/my-digital-portofolio-pkkmb-day-2.html


My Digital Portofolio PKKMB Day 1 / 01- 09 - 2025


Materi 1

prof. Yudi Latif, MA.,Ph.D

Ketua Pusat Studi Islam Dan Kenegaraan Indonesia/PSIK-Indonesia.

Tema: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, Dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.

Kehidupan berbangsa dan bernegara di indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan. untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keindonesiaan.

Jati Diri Bangsa Indonesia
Jati diri bangs indonesia tercermin dalam beberapa askep penting, yaitu:
1. Pancasila: Sebagai dasar nrgara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.
2. Undang-undang dasar 1945: sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Negara kesatuan republik indonesia (NKRI): sebagai bentuk negara yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa.
4. Bhineka tunggal ika: sebagai semboyan yang menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.

Pembinaan Kesadaran Bela Negara.
Pembinaan kesadaran bela negara merupakan bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan menaampuan warna negara dalam membera negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:
1. Pendidikan Kewarganegaraan:
Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara,
2. Latihan bela negara: 
Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara
3. Kampanye bela negara:
Upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara


Materi 2

Erisandy Yudhistira

Priority Banking Manager Bank Mandiri

Tema: Penguatan Literasi Keuangan Dan Kesejahteraan Mahasiswa

Literasi keuangan adalah kemampuan memahami, mengelola, dan mencernakan keuangan secara sehat dan bertanggung jawab. dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka juga akan lebih peka terhadap pentingnya menabung, berinvestasi, serta menghindari perilaku impulsif dalam pengluaran. Tidak hanya untuk kebutuhan sekarang, tetapi juga untuk persiapan masa depan.

Selain itu mahasiswa juga harud dibekali dengan keterampilan untuk mencari peluang pemasukan tambahan yang legal dan produktif, seperti berwirausaha atau bekerja paruh waktu. Dalam jangka panjang, hal ini turut mendukung peningkatan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan. Literasi keuangan juga erat kaitannya dengan kesehatan mental mahasiswa. Ketika keuangan terkelola dengan baik, tingkat stres pun bisa ditekan.

Dengan penguatan literasi keuangan mahasis wa tidak hanya bertumbuh sebagai insan akademis, tapi juga sebagai pribadi yang cukup menghadapi tantangan ekonomi. Ini adalah bekal penting menuju kemandirian finansial dan kesejahteraan hidup yang elbih baik dimasa depan.


Materi 3

Hafid Algristan, dr.,Sp. KJ

dosen unusa RSI Jemursari

Tema: Mahasiswa berkarakter dengan anti kekerasan seksual, anti perundungan, sehat mental dan perilaku menyimpang

Bullying adalah perilaku agresif berulang yang menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal, maupun digital. Bullying terkadang pernah dilakukan akan tetapi kita tidak merasa melakukannya atau kita melakukannya tanpa kita sadari.

Dampak: Menurunnya prestasi, trauma psikologis, bahkan depresi

Blog Recommendation: https://mitasari30.blogspot.com/2025/09/my-digital-portofolio-pkkmb-day-1.html

PRA BToPH 5

  Sabtu, 15 November 2025 Pada hari sabtu yang cerah, Kesmas Angkatan 25 siap mengikuti Pra BToPH 5, seluruh peserta sangat antusias untuk m...